Harkannas, Moment Gencarkan Gerakan Makan Ikan

0 240

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Perikanan memggelar berbagai macam legiatan dalam tangka memperingati Hari Ikan Nasional (Harkanas). Peringatan Harkanas ini pusatkan di pantai Desa Lero Kecamatan Sindue, Rabu (30/11).

Selain diwarnai dengan berbagai macam lomba, Harkanas yang dihadiri ratusan masyarakat itu juga dimeriahkan dengan prosesi bakar ikan sepanjang puluhan meter tepat di bibir pantai Desa Lero.

Harkanas yang mengangkat tema “Ikan menyehatkan dan mencerdaskn untuk generasi unggul, stunting teratasi” tersebut dibuka langsung oleh Bupati Donggala Dr Drs Kasman Lassa SH MH didampingi Sekretaris Daerah, Dr Rustam Efendi, Kepala Dinas Perikanan, Ali Assegaf beserta pimpinan OPD lainnya dan Fokopimda.

Bupati pada kesempatan itu mengatakan bahwa, Harkanas adalah program nasional yang harus di sukseskan bersama. Peringatan Harkanas di laksanakan di seluruh provinsi dan kabupaten kota se Indonesia. Termasuk Kabupaten Donggala. “Oleh karena itu betapa pentingnya kita memperingati Harkanas ini,” kata Bupati.

Bupati menekankan, gemar makan ikan adalah salah satu cara untuk mencegah stunting. Karena makan ikan sudah pasti menyehatkan dan mencerdaskan. Mengapa demikian, bupati menjelaskan, sebab ikan memiliki kandungan gizi tinggi yang baik bagi tubuh. Oleh karena itu disarankan kepada ibu hamil agar gemar makan ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi di masa kehamilan. “Makan ikan sudah pasti menyehatkan dan mencerdaskan. Makan ikan mencegah stunting,” sebut Bupati.

Bupati Kasman menergatkan penurunan angka stunting sebesar 5 persen di tahun 2023. Hal itu tentu saja kata Bupati harus mendapat dukungan dari semua pihak. Termasuk masyarakat sendiri. Salah satu caranya adalah dengan gerakan gemar makan ikan. “Kita target tahun depan bisa turun 5 persen,” harap Bupati.

Di tempat yang sama, Kadis Perikanan, Ali Assegaf mengatakan, alasan memilih Desa Lero menjadi tempat pelaksanaan Harkannas karena Desa Lero selain sebagai penghasil ikan Rono, Desa Lero adalah salah satu desa yang terdampak gempa bumi dan tsunami. “Hal ini penting dilakukan guna meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan Desa Lero dan sekitarnya,” sebut Ali.

Salah satu rangkaian peringatan Harkannas juga dilakukan penanaman mangrove di bibir pantai desa Lero oleh Bupati dan Fokopimda. (dp)

Tinggalkan Balasan