Gerak Cepat BPBD Sulteng Kaji Dampak Bencana di Malei dan Palau

0 524

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

DONGGALA – Tim reaksi cepat BPBD Sulteng melakukan kaji cepat kerusakan dan kerugian akibat banjir yang melanda Desa Malei dan Desa Palau Kecamatan Balaesang Tanjung pada Selasa (4/7) kemarin.

Dari hasil kaji cepat itu, tercatat ada 28 Unit Rumah terdampak banjir. Lima Unit Rumah diantaranya Terdampak Lumpur. Kemudian satu Unit Rumah mengalami Rusak Berat.

Selain rumah warga, Fasilitas Umum juga terdampak. Diantaranya Satu Jembatan Penghubung Desa Walandano – Malei. Kemudian satu Unit Gereja dan satu Unit Gedung SMPN SATAP 6 Balaesang Tanjung.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah mengatakan, setelah mendapat laporan sekitar pukul 12.22 Selsa (4/7) kemarin, tim reaksi cepat BPBD Sulteng langsung turun ke lapangan sekitar pukul 16.30. “Saya perintahkan TRC turun lapangan dan melakukan kaji cepat. Hal ini bagian dari komitmen saya sejak dilantik sebagai kepala BPBD, untuk Bergerak Cepat Dalam Penanggulangan Bencana di wilayah Provinsi Sulteng,” tegas Akris.

Saat ditanya apakah BPBD akan melakukan penanganan lanjutan berupaa normalisasi dan pembangunan jembatan, Akris mengatakan, Adapun penanganan selanjutnya akan diputuskan setelah melihat perkembangan lapangan bahwa kerusakan telah memberi dampak terhadap kehidupan dan penghidupan masyatakat pasca bencana. “Jika hal ini telah memenuhi unsur-unsur tersebut dan dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan penanganan segera dan tidak dapat ditunda serta berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan mengancam keselamatan, maka harus kami lakukan tindakan,” jelas Akris.

Sebelumnya Intensitas hujan yang tinggi di Desa Palau sejak Senin (3/7/23) sore kemarin mengakibatkan meluapnya Sungai Singkilat dan sungai Malei sehingga menyebabkan banjir dengan ketinggian kurang lebih lutut orang dewasa dan membawa material lumpur yang berdampak pada pemukiman warga hingga beberapa fasilitas umum. (dp)

Tinggalkan Balasan