Membangun Masyarakat Donggala Tanggap Gempa Bumi dan Tsunami

0 192

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

SIGI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar sekolah lapang gempa bumi (SLG) sebagai upaya memberikan edukasi dan meningkatkan ketangguhan serta kewaspadaan masyarakat jika terjadi gempa bumi maupun tsunami. SLG yang dilaksanakan di resort D’kalora Desa Kalora Kecamatan Kinovaro tersebut digelar khusus untuk Kabupaten Donggala.

Oleh sebab itu Bupati Donggala, Dr Drs Kasman Lassa SH MH AIFO, membuka secara resmi SLG yang mengambil tema Membangun Masyarakat Kabupaten Donggala Tanggap Gempa Bumi dan Tangguh Tsunami, Selasa (13/12) tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Donggala menjelaskan, bahwa Sekolah Lapang Gempa Bumi merupakan sebuah perwujudan dari kesadaran akan pentingnya pada sebuah upaya pendidikan kebencanaan sedari dini. Dimana menurut bupati, tragedi 28 September 2018 silam yang disebabkan oleh aktivitas sesar Palu Koro telah menimbulkan gelombang tsunami di sepanjang pesisir Pantai Barat Donggala dan Teluk Palu. “Sehingga belajar dari kejadian masa lampau, seharusnya kita mampu mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Donggala juga mengatakan, bahwa melaui hal tersebut setidaknya ada yang harus disadari yaitu Donggala merupakan daerah yang memiliki potensi bencana tsunami yang bersumber dari penunjaman lempeng di Laut Sulawesi, Teluk Palu dan sesar Palu Koro. Kata bupati, pemerintah dan masyarakat donggala perlu membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tsunami.

“Olehnya terkait dengan adanya SLG, Pemda dan masyarakat donggala sangat mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Pusat dalam hal ini BMKG serta BNPB yang hari ini menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempa Bumi, yang mana semuanya itu dalam rangka membangun kapasitas Pemerintah dan masyarakat Donggala, dalam membangun kesiapsiagaan atas bencana gempa bumi dan tsunami,” ujar bupati.

Bupati Kasman menambahkan, Pemkab Donggala juga patut bersyukur bahwa tahun 2020 BMKG sudah memasang perangkat penerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di kantor BPBD Kabupaten Donggala berupa seperangkat alat Warning Receiver System New Generation (WRSNG). “Patut kita syukuri sudah ada alat WRSNG yang dipasang di kantor BPBD sebagai perangkat penerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami,” tambah bupati.

Sementara itu, kepala Balai Besar BMKG wilayah IV, Irwan Slamet ST MSi mengatakan, SLG merupakan upaya BMKG untuk memberikan edukasi terkait informasi yang dikeluarkan BMKG agar mudah dipahami dan dimengerti. “Masyarakat kita latih dan kita didik untuk mengerti ketika BMKG mengeluarkan sebuah informasi. Misalnya ketika kejadian gempa bumi, apa yang harus dilakukan masyarakat. Ya tentu harus menjauh dari pantai, atau menjauh dari perbukitan yang rawan longsor. Sekolah lapang ini gunanya untuk mitigasi dan edukasi,” jelas Irwan.

Irwan mengatakan, BMKG diminta untuk memberikan sekolah pengetahuan kepada masyarakat terutama daerah-daerah yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami agar masyarakatnya paham soal mitigasi. “Oleh karena itu edukasi ini difasilitasi oleh negara melalui BMKG. Kita berharap sekolah lapang ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana,” tandasnya. (dp)

Tinggalkan Balasan