Warga Donggala Meninggal Akibat Diserang Buaya

0 227

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

DONGGALA – Salah seorang warga kembali menjadi korban keganasan buaya di teluk Palu. Sabtu malam (7/5) ekamrin, warga asal Desa Loli Saluran bernama Haslin meninggal dunia setelah diserang buaya di sekitar area Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala.

Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar pukul 21.40 Wita korban bersama kelima temannya sedang mencari ikan dengan teknik memanah sambil menyelam. Korban bersama 4 rekan lainnya terlebih dahulu menyelam dan masing-masing menyebar di sekitar PPI Donggala. Salah seorang rekan korban bernama Ramsul masih berada di atas tanggul PPI sedang mempersiapkan perlengkapan untuk menyelam.

Berselang 5 menit kemudian, Ramsul mendengar teriakan meminta tolong dan melihat korban Haslin diserang buaya. Ramsul kemudian langsung menyelam untuk membantu korban. Saat menyelam Ramsul melihat korban digigit pada bagian kepala dan dibawa ke kedalam air. Namun Ramsul sempat memanah pada bagian kepala buaya tepatnya pada area mata sehingga korban terlepas dari gigitan. Ramsul beserta rekan lainnya segera mengevakuasi korban ke atas tanggul PPI dan korban sudah tidak sadarkan diri.

Pukul 21.55 Wita korban langsung dibawa oleh rekannya menggunakan sepeda motor ke Puskesmas Donggala namun pihak Puskesmas Donggala menyarankan untuk langsung dibawa Ke RSUD Kabelota Donggala.
Pukul 22.15 Wita korban tiba di RSUD Kabelota dan langsung diterima oleh petugas kesehatan di Instalasi Gawat Darurat. Hasil pemeriksaan oleh dokter jaga yakni dr. Nur Astrini bahwa korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Pukul 23.45 Wita korban dibawa oleh pihak RSUD Kabelota beserta keluarga menggunakan mobil ambulance ke kediaman keluarga bertempat di Desa Loli Saluran Kecamatan Banawa.

Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu Ismail menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh tim medis ditemukan luka robek pada bagian kepala sebelah kanan. Luka robek pada bagian belakang kepala. Luka robek pada bagian dada. Luka robek pada bagian punggung belakang. Luka robek pada bagian lengan kiri.

Perlu diketahui, TKP berada sangat dekat dengan lokasi objek wisata tanjung karang. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap keberadaan buaya tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Donggala, Muhammad SSTP MSi mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan beberapa langkah-langkah. Mulai dari bekerja sama dengan BPBD Donggala terkait pendirian posko pantau pesisir pantai. Kemudian memberikan informasi kepada pengunjung tentang pentingnya kewaspadaan bila berenang atau rekreasi di kawasan pantai tanjung karang dan sekitarnya. “Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk pendirian posko kesehatan wilayah objek wisata dan bekerjasama lintas sektor baik pemerintah , swasta untuk mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.

Menurut Muhammad, keberadaan buaya di sekitar wilayah Donggala yang baru memakan korban jiwa itu perlu penanganan serius. Saat ditanya soal apakah perlu dilakukan penangkapan terhadap buaya untuk di pindahkan ke temapt penangkaran, Muhammad mengatakan hal itu sangat perlu dilakukan. “itu sangat perlu. Makanya lintas sektor perlu bekerja sama. Keberadaan buaya ini tidak hanya mengancam nelayan tapi juga masyarakat yang sedang berwisata,” kata Muhammad (dp)

Tinggalkan Balasan