Terkendala Persoalan Teknis, Arus Sidora Bantah Gelapkan Dana Stimulan

0 523

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

DONGGALA – Arus Sidora akhirnya buka suara terkait polemik pembangunan rumah milik Sahudi dan Warna, Pasutri asal Desa Lalombi. Pembangunan rumah bersumber dari dana stimulan yang disebut mangkrak akibat dananya diduga digelapkan, dibantah keras oleh Arus Sidora.

Menurut Arus, terhentinya pembangunan rumah milik pasutri itu karena terkendala persoalan teknis saja. Arus mengakui memang ada keterlambatan, namun bukan karena dananya telah digelapkan.

Menurut Arus, semua bahan bangunan rumah milik Sahudin dan Warna telah siap. Namun akses menuju lokasi Pasutri itu agak sulit sehingga terlambat. “Kalau mau ke lokasi pembangunan itu harus menyeberang sungai. Semua bahan siap, tinggal mau di bawa ke lokasi,” katanya.
Arus mengatakan, tidak pernah mengambil uang dari Sahudin dan Warna, tetapi sebaliknya. Penerima dana stimulan menurut Arus yang meminta bantu kepada dirinya untuk membelanjakan material untuk pembangunan rumah tersebut. “Saya hanya sebatas membantu, bukan berarti saya ambil uangnya. Penerima manfaat ini sering berada di kebun di atas gunung, sehingga saya sebagai warga Lalombi membantu. Jadi semua tudingan itu tidak benar,” tegas Arus.

Kendala teknis lainnya menurut Arus adalah ada tukang yang sempat mengalami sakit. Kemudian baru-baru ini tukang yang mengerjakan rumah milik Sahudin dan Warna juga sempat mengerjakan pekerjaan lain di Kota Palu. “Baru-baru ini ada pekerjaannya tukang itu di Palu yang mau diselesaikan sekitar dua pekan. Oleh karena itu, tukang tersebut akan kembali melanjutkan pekerjaan rumah di Lalombi itu. Jadi dalam waktu dekat ini pekerjaan rumah milik Sahudind an Warna akan diselesaikan,” tandasnya. (dp)

Tinggalkan Balasan