Sirenja, Kecamatan dengan Angka Stunting Terendah di Donggala

0 335

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

PALU – Selama tiga tahun terakhir, angka stunting di wilayah Kecamatan Sirenja terus menurun. Hal ini menempatkan Sirenja sebagai Kecamatan dengan angka stunting terendah se Kabupaten Donggala. Berdasarkan data, angka stunting di Kecamatan Sirenja pada tahun 2024 hanya 4 persen.

Angka tersebut jauh dibawah angka stunting tingkat Kabupaten bahkan tingkat nasional. Hal ini terkuak pada kegiatan rembuk stunting di Sriti pada Selasa (26/3/24) kemarin.
Camat Sirenja, Argumi Firdaus mengatakan, kasus stunting di Kecamatan Sirenja mengalami penurunan drastis sejak tiga tahun terakhir. Argumi menyebutkan, pada tahun 2021, kasus stunting di Sirenja mencapai 12,8 persen.

Kemudian kasus itu menurun menjadi 4,8 persen pada tahun 2022. Kasus stunting kembali menurun menjadi 4,1 persen pada tahun 2023. Terkahir, pada tahun 2024, tercatat angka stunting di Sirenja hanya 4 persen. Terendah se Kabupaten Donggala.

Penurunan kasus stunting itu menurut Argumi tak lepas dari kerja sama dan kerja keras semua pihak baik dari tingkat OPD, kecamatan, desa, puskesmas dan pihak-pihak lainnya. Menurut Argumi, berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan kasus stunting. Bahkan intervensi penurunan stunting ini juga melibatkan tokoh-tokoh agama. “Kami selipkan di dalam kegiatan safari Ramadan terkait stunting. Ini perlu kami sampaikan karena tokoh-tokoh agama juga berperan dalam upaya penurunan stunting,” jelas Argumi.

Buah keseriusan Kecamatan Sirenja tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Donggala, Drs Lasamudia. (ujs)

Tinggalkan Balasan