KSOP Berikan Dua Alternatif Solusi Untuk TKBM di Pantoloan

0 261

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

DONGGALA – Masyarakat Kabupaten Donggala menyambut baik akan beroperasinya Pelabuhan Donggala yang baru. Pelabuhan yang terletak bersebelahan dengan anjugan gonenggati itu telah ditetapkan oleh Kemneterian Perhubungan sebagai pelabuhan khusus penumpang.
Dengan begitu, seluruh kapal jenis penumpang yang sebelumnya berlabuh di pantoloan, kini akan berlabuh di Pelabuhan Donggala.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Palu, Kapten Alexander, membernarkan bahwa kapal penumpang seperti KM Labobar dan KM Lambelu nantinya akan mulai beroperasi di pelabuhan Donggala, tak lagi di pelabuhan pantoloan. Termasuk Grup kapal Penumpang KM Dharma Kencana yang diagendakan akan sandar perdana di Pelabuhan Donggala dalam waktu dekat ini.

Menurut Alexander, pelabuhan Donggala yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp400 miliar tersebut memiliki fasilitas terminal penumpang yang lengkap dan lebih baik dari yang ada di pelabuhan pantoloan. Oleh sebab itu juga, semua jenis kapal penumpang akan berlabuh dan beroperasi di pelabuhan Donggala. “Di pantoloan khusus peti kemas dan pelabuhan donggala khusus kapal penumpang,” jelasnya.

Terkait adanya penolakan dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) terhadap pemindahan kapal penumpang ke pelabuhan Donggala, Alexander menjelaskan, bahwa KSOP sudah melakukan upaya persuasif dengan memberikan dua solusi alternatif. Pertama, kata Alexander, buruh dari pantoloan bisa ikut kerja dan bergabung ke pelabuhan donggala. “Alternatif kedua, kita minta TKBM di bagian kontainer juga bisa menerima para buruh ini sesuai dengan kompetensinya,” pungkas Alexander.

Sementara itu, pemindahan kapal penumpang ke pelabuhan dongala mendapat reaksi positif dari masyarakat donggala, khususnya di sekitaran Kecamatan Banawa. Anil Syamsuddin, warga Donggala dari Kecamatan Banawa, mengungkapkan antusiasme seluruh masyarakat Donggala, termasuk calon buruh bagasi, pedagang, dan sopir yang melayani rute Palu-Pasangkayu, Parigi, Tolitoli, Pantai Timur, Morowali, dan Mamuju, atas kembalinya operasional kapal KM Labobar dan KM Lambelu di Pelabuhan Donggala.

Ia menambahkan bahwa beberapa dekade silam, Pelabuhan Penumpang di Pelabuhan Donggala dipindahkan ke Pelabuhan Pantoloan. Saat itu, masyarakat Donggala menerima keputusan tersebut tanpa perlawanan.

“Kami patuh pada keputusan pemerintah, meskipun pahit untuk diterima. Pada masa itu, roda perekonomian Donggala, khususnya di Kecamatan Banawa, berjalan dengan baik. Namun, situasinya berbalik 180 derajat semenjak pemindahan pelabuhan penumpang ke Pantoloan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anil menegaskan bahwa dirinya dan masyarakat Kabupaten Donggala mendesak pemerintah untuk segera meresmikan kembali Pelabuhan Penumpang di Kecamatan Banawa, Donggala. “Hal ini diharapkan dapat membangkitkan kembali roda perekonomian di Donggala,” harapnya. (ujs)

Tinggalkan Balasan