GPM Bantu Masyarakat Peroleh Sembako dengan Harga Terjangkau

0 171

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

DONGGALA – Melihat fenomena terjadinya lonjakan harga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau.

GPM jelang bulan ramadan itu berlangsung di lapangan sepakbola Kelurahan Kabonga Kecil, Kamis (7/3/24) pagi kemarin. Pj Bupati Donggala yang diwakili Asisten II Pemkab Donggala, Sofyan dg Malaba membuka secara resmi GPM.

Dalam sambutannya, Sofyan mengatakan, kehadarian gerakan pangan murah tersebut harganya lebih murah dibanding dengan harga dipasaran umum. Untuk itu msayarakat yang berhak hendaknya dapat memanfaatkan gerakan pangan murah dengan baik. “Berbelanjalah sesuai dengan kebutuhan dan jangan berlebihan,” ujar Sofyan membacakan sambutan Bupati.

Lanjut Sofyan mengatakan, pada dasarnya, hikmah yang dipetik dari pelaksanaan GPM untuk mempererat hubungan Pemkab Donggala dengan msayarakat terlebih saat ini dalam suasana menjelang bulan suci ramadan. Kenaikan harga pangan yang berfluktuatif dapat berimbas kepada warga yang kurang mampu. “Oleh sebab itu GPM ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci ramadan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muh Fahri, menyebutkan, pada pelaksanaan GPM kali ini, pihaknya bekerja sama dengan Bulog dan pengusaha klontong dalam penyediaan sembako. “Semua harga sembako yang ada di dalam kegiatan GPM ini dibawah harga pasar pada umumnya,” sebut Fahri.

Pada pelaksanaan GPM tersebut, Fahri merincikan, terdapat 2 ton beras medium, 1.250 kilogram gula pasir, 3.000 liter minyak goreng, 1.000 rak telur, 500 kg cabe, 500 kg bawang merah, 500 kg bawang putih, dan 250 kg tepung. Meski tak dibatasi jumlah pembelian, masyarakat diminta untuk lebih bijak dan tidak berlebihan membeli sembako di GPM.

Disamping itu, Fahri mengungkapkan, ketersediaan stok pangan di bulan ramadan diperkirakan masih aman. Khususnya beras. Sebab, mulai pertangahan bulan April, sejumlah daerah sudah mulai memasuki musim panen beras. Salah satunya di wilayah Kecamatan Sojol dan sekitarnya. “Bulan depan itu sudah masuk musim panen. Jadi kita perkirakan stok pangan di bulan ramadan dan 4 bulan kedepan itu aman. Dengan mulai masuk musim panen nanti, kita perkirakan harga beras bisa turun berkisar di angka Rp1.500. Dari Rp17.00 menjadi Rp15.500 per kilogram,” sebut Fahri.

Berdasarkan pantauan Radar Sulteng di lokasi kegiatan, sejumlah masyarakat tampak berebut membeli sembako. Ratusan karung beras medium ukuran 5 kg ludes dalam waktu singkat. (uj)

Tinggalkan Balasan