Dinas Perikanan Berikan Pembekalan Kepada Petugas Pendamping

0 306

Beriklan? Hubungi : 0853 9999 4508

PALU – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi petugas pendamping yang berkaitan dengan pendampingan dan pembinaan kepada nelayan, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala memberikan pembekalan kepada petugas pendamping perikanan.

Pembekalan tersebut diberikan melalui kegiatan pertemuan petugas pendamping dukungan penguasaan pencapaian layanan dasar pendidikan teknis perikanan yang berlangsung di Hotel palu Golden, Rabu (7/6) kemarin.

Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah yang diwakili Asisten 1 bidang pemerintahan, Moh Yusuf Lamakampali di damping kepala Dinas Perikanan Donggala Ali Assegaf.

Dalam sambutannya, Yusuf mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perikanan sebagai salah satu tindaklanjut dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 212. Yusuf menilai, Dinas Perikanan merupakan salah satu OPD yang berkinerja baik dibawah kepemimpinan Ali Assegaf.

Menurut Yusuf, salah satu indikator keberihasilan Dinas Perikanan adalah, saat ini ribuan nelayan telah memiliki jaminan keselamatan kerja. Hal itu kata Yusuf tidak akan terjadi jika tidak ada intervensi dan upaya dari Dinas Perikanan. “Kenapa saya bilang berkinerja baik karena sudah ada bukti nyatanya,” ucap Yusuf.

Di tempat yang sama, Ali Assegaf menerangkan, kegatan pertemuan itu tujuannya untuk memberikan pembekalan kepada petugas pendamping dalam upaya merealisasikan PMK 212. Di dalam peraturan itu kata Ali, berkaitan dengan indikator kinerja dalam rangka capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). “SPM ini di dalam PMK 212 itu kan ada tiga. Pertama bidang pendidikan, bidang kesehatan dan ketiga bidang infrastruktur. Kita di perikanan mendapatkan irisan dari bidang pendidikan. Kalau kita bicara bidang pendidikan, di perikanan itu ada sub program kegiatan berdasarkan PMK 212 yaitu kegiatan peningkatan kapasitas nelayan kecil dan peningkatan kapasitas pembudidaya kecil,” sebut Ali.

Untuk melaksanakan PMK 212 itu lanjut Ali, tentu ada beberapa indikator kinerja yang berkaitan dengan sampai sejauh mana pendidikan anak nelayan maupun anak-anak pembudiddaya di Donggala. Untuk diperikanan, menurut Ali, pihaknya mengawali dengan pembekalan kepada petugas pendamping yang berjumlah kurang lebih 62 orang untuk didistribusikan ke 16 kecamatan baik untuk peningkatan kapasitas pembudidaya maupun nelayan. “Kalau mereka ini sudah kita beri pembekalan dengan menyiapkan berbagai format, maka nanti pada saat pelaksanaan kegiatan pemberdayaan, mereka ini sudah siap. Karena PMK 212 ini adalah salah satu kegiatan yang dipertanggungjawabkan secara khusus untuk dilaporkan,” ungkap Ali.

Ali menambahkan, petugas pendamping akan melakukan pendataan kepada nelayan dan pembudidaya sehingga Pemerintah akan mengetahui seperti apa kondisi pendidikan keluarga nelayan. Sebab saat ini belum diketahui seperti apa kondisi pendidikan anak-anak nelayan. Berapa jumlah pada jenjang SD, SMP maupun SMA. Atau kata Ali apakah ada anak nelayan yang tidak sekolah sama sekali. “Anak nelayan yang tidak sekolah pun harus kita tahu. Jadi kalau kita sudah punya data base terkait pendidikan keluarga nelayan ini, maka program pemberdayaan untuk anak-anak nelayan itu bisa kita antisipasi. Oleh karenanya kita tidak bisa jalan sendiri, tetapi harus bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Bappeda dan Dinas Keuangan, sehingga kita bisa sama-sama mewujudkan apa yang diamanahkan di dalam PMK 212 itu,” jelas Ali.

Dalam kegiatan pembekalan yang berlangsung hingga sore hari itu, Dinas Perikanan menghadirkan sejumlah pemateri yakni Dinas Pendidikan, Bappeda, hingga akademisi dari Univeritas Alkhairat. Sekedar diketahui, petugas pendamping dukungan penguasaan pencapaian layanan dasar tersebut merupakan petugas harian di lingkup Dinas Perikanan Kabupaten Donggala. (Dp)

Tinggalkan Balasan